Tuesday, January 2, 2018

Selamat Tahun Baru Masehi 2018!


Selamat tahun baru 2018 bagi kalian yang merayakan. Yey ^^,

Dan seperti tahun sebelumnya juga, alhamdulillah aku ngga merayakan tahun baru masehi ini dengan gegap gempita kembang api, bakar-bakaran, begadang dan lain sebagainya. Dan maaf, mungkin tulisan kali ini agak sedikit menyinggung kalian yang merayakan, gomeeennn :(

Kenapa menyinggung? Karena secara ngga langsung aku mau bilang kalau perayaan tahun baru masehi yang hura-haru itu sebenarnya bisa diganti dengan sesuatu yang lebih positif. Lebih positif lho ya, ada kata “lebih”nya, karena memang perayaan seperti itu mungkin ada positifnya, positif bikin happy, dan lain-lain. Dan tentunya diatas itu pasti ada hal yang lebih positif lagi. Apa ya misalnya? Yah.. kalian pasti tahulah bisa diganti apa, aku yakin kalian udah gede bisa mikir, haha.

Nih.. aku kasih pancingan. Kalau perempuan, keluar malam itu sudah ngga baik, apalagi tengah malam.  Bahaya! Disamping karena “perempuan”, nanti bisa menjadi korban syaitan, begadang itu ngga menyehatkan, dan yang paling penting adalah begadang bukan hal yang disukai Rasulullah. Mending bobok, abis itu shalat malam, shalat witir, berdoa. Aku jungkir balik untuk menghidupkan kebiasaan tidur jam 9 malam, tapi kenapa kalian malah berusaha melek sampai pagi? Ngga cuma perempuan sih, laki-laki pun sebaiknya ngga begadang deh. Seperti kata bang Roma, begadang jangan begadang~ Karena tiada artinyaaaaa~~ *malah keterusan nyanyi*

Itu baru salah satu alesan sih untuk tidak “begadang”, masih banyak sekali alesan untuk menghilangkan alasan itu. Tapi ya satu-satu aja dulu, biar tahun masehi depan masih ada bahasan kayak gini lagi, wkwkw.

Bukannya saya antipati terhadap tahun baru masehi. Toh jaman dulu juga saya pernah merayakan tahun baru masehi dengan hura-hura. Itu dulu saudara, yah Alhamdulillah sekarang sudah ngga, haha. Dan kesadaran itu juga pasti ada waktunya, kalau mau membuka hati dan pikiran. Hmmh.. Aku yakin, pasti bakalan ada pemikiran-pemikiran bagi sebagian orang bakalan bilang, ngapain ngurusin hidup orang? Ribet amat, dan blablabla banyak pembelaan lain. Yah.. orang seperti itu ngga cuma sedikit. Yang aku percaya disini adalah, sebagai seorang muslim, kita hidup untuk saling mengingatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik kan? Hablum minannas. Dengan catatan, saling mengingatkannya dengan cara baik-baik, jadi yang diingatkan ngga merasa sakit hati dan insyaallah bisa tersentuh hatinya, haha. Itu menjadi PR yang cukup sulit bagi semua orang.

Oke.. sekian dulu tulisan diawal 2018 sebagai pembuka. Terima kasih sudah mampir mebaca. Maaf ya bila ada yg kurang berkenan~ Bye~~ 

Monday, December 25, 2017

What? Cuma Dua Post?


Kaget banget waktu buka beranda belakang blog dan hanya ada dua tulisan yang mampang ditahun ini. Serius kaget beneran, rasanya kemaren aku ada posting beberapa tulisan deh, atau itu hanya imajinasi belaka? Hanya mimpi semata? Tsaahh..

Dua tulisan dibulan Agustus semua, dan ini sudah bulan Desember. Sudah penghujung tahun, yang artinya intensitas nulisku tahun ini menurun drastis. Gimana mau nambah pembaca kalau update aja jarang ya? Hikz. Yah.. memang diakui sih, semakin kesini rasanya semakin jarang banget nulis bebas. Jarang baca buku juga. Sepertinya dua hobiku ini mulai menghilang entah kemana, hobi yang positif malah menghilang, hiks. Sangat amat disayangkan sebenarnya ya, dari menulis dan membaca itu membawa banyak sekali manfaat. Sepertinya, mulai sekarang aku harus aktif menulis dan membaca lagi. Nggak hanya rajin menulis dan membaca status di media social, ups.

Nah.. mulai sekarang mau aktif nulis lagi. Entah apa yang aku tulis sih, bermanfaat atau enggaknya juga ngga tau, hahaha. Yang pasti itu bermanfaat buat aku ya, melatih daya ingat, buat catatan memori, dan blab bla kamu bisa baca post aku di Berjuta Manfaat Menulis. Minimal satu tulisan dalam sebulan rasanya sudah cukup, dan panjang tulisan nggak kurang dari satu halaman, ya kayak tulisan ini, Cuma setengah tulisan biar nggak dikira hiatus lagi, hehe.

Kalau aku lupa kalian bisa ingatkan ya, hahaha. *siapa juga yang mau ingatkan, ada yang baca aja udah Alhamdulillah

Sunday, August 6, 2017

Butuh Niat Buat Ngumpulin Niat!

           
Assalamu’alaikum J
Semester awal kuliah, aku udah rencanain semuanya. Mulai dari mata kuliah wajib apa aja yang diambil di semester berapa, sampai mata kuliah pilihan yag mau aku ambil. Semuanya Alhamdulillah lancar, hingga suatu kenyataan bernama Kerja Praktek atau Magang memporak-porandakan semuanya. Hiks, sedih banget. Waktu itu udah merasa kayak zonk banget sih nasib aku stuck di fase ini aja. Bayangin aja, buat Kerja Praktek aku habisin waktu selama …..… eh, aku bukan mau curhat tentang itu. Hehe. Intinya masa itu udah lewat. Kalau penasaran bisa baca curhatanku di post terdahulu. Maaf jadi OOT~
            Sekarang saatnya Tugas Akhir alias Skripsi atau disebut oleh beberapa orang “Skripsweet” dan sisanya yang lain menyebut “Skripshit”. Hahaha. Aku akan tetap menyebutnya Skripsi, dengan huruf “s” yang kapital *smirk*.
            Aku mulai Skripsi minggu ketiga bulan Mei, sekarang sudah Agustus dan sebentar lagi akan memasuki bulan ketiga. OMG seharusnya bulan ini aku harus progress. Setiap jurusan dari universitas biasanya memiliki metode ujian yang beda-beda. Kalo dikampusku, setelah judul di terima oleh dosen, tiga bulan berikutnya wajib mengikuti progress. Nah progress ini isinya ya presentasi program (karena aku jurusan informatika, aku wajib membuat “sesuatu”), dan sesuai namanya, presentasi ini menjelaskan sudah sampai mana Tugas Akhir yang kamu kerjakan, sudah bisa apa aja programnya. Setelah itu tiga bulan berikutnya Ujian Pendadaran sebagai final-nya. Iya… didadar sama pengujinya, hehe. Semoga aku nggak sampai didadar betulan deh. Takutttt..
            Sampai sekarang aku belum mendaftar progress *crying*.  Ternyata ngerjain Skripsi nggak semudah memahami dari judul Skripsi itu sendiri. Butuh niat, sedangkan untuk niat itu sendiri membutuhkan niat, looping begitu seterusnya sampai Negara api menyerang dhuaarrrr..
            Dulu sempet mikir kalau ada kakak tingkat yang Skripsinya lama, tuh senior kok Skripsinya lama sih, pasti banyak main deh. Sekarang, rasanya pengen asdfghjkl *teriak-teriak dalam bantal*. Ngumpulin niat buat mikir, buat nulis, buat ngoding, buat nyelesein program rasanya susah sekali. Bukan karena banyak main atau nongkrong, karena buat ngerjain Skripsi itu butuh mood tersendiri. Mood yang spesial~
            Nah untuk membangkitkan mood, aku coba mulai dengan nulis curhat buat dipost di blog. Siapa tau kan ya?
            Doain aku, semoga lekas selesai Skripsi ini dan bisa ikutan banyak give away lagi dari blog temen-temen. Terima kasih. Wassalamu’alaikum J

Thursday, August 3, 2017

Berjuta Manfaat Menulis

picture by Google

Assalamualaikum semuaa…
Sudah lama sekali enggak nulis –read: ngetik, entah nulis diary, blog, cerita fiksi, dan lain-lain. Kalau mau nulis lagi jadi kikuk. Sepertinya harus diniatkan lagi untuk rajin menulis. Padahal kalau dipikir, aku punya banyak waktu luang. Untuk apa waktu luangku? Ah.. gadget memang membuat malas melakukan aktivitas yang lebih berguna. Harus mulai jauh-jauh dengan gadget supaya waktu dapat digunakan semaksimal mungkin. Meskipun menulis di blog kayak gini terkesan sepele, tapi ada beberapa manfaatnya loh yang udah aku rasain, antara lain:
1.        Berlatih mengungkapkan isi hati
Aku pribadi adalah orang yang tertutup, maka menulis jadi salah satu alternatif mengungkap isi hati. Dengan mengungkapkan isi hati, biasanya hati menjadi lebih ringan.
2.        Mencegah kepikunan
Menulis erat kaitannya dengan kerja otak. Agar otak tetap berfikir positif, diantaranya dengan membiasakan menulis, mengungkapkan apa yang terpikirkan, dengan kebiasan inilah otak terus bekerja, jika terus demikian maka otak tidak akan pikun nantinya, karena ibarat pedang, semakin sering diasah dan digunakan, ia semakin baik dan tajam.
3.        Menjadi diri sendiri, bebas mengekspresikan diri
Seperti bermimpi, saat menulis kita bebas menyelam dalam lautan khayalan kita. Bebas menulis apa saja yang ada dihati dan pikiran kita. Asal tidak merugikan diri dan orang lain lho ya.
4.        Berlatih untuk berkarya
Terbiasa menulis akan membawamu menjadi hobi, ketika kamu sudah pandai menulis, kamu bisa membuat cerita pendek atau novel nantinya. Ini adalah salah satu keinginanku yang belum terwujud dari dulu: membuat novel.
5.        Menulis adalah media belajar
Menulis adalah media belajar, dengan menulis akan mendorong dan menuntut kita menyerap, menggali dan mengumpulkan informsi sebanyak-banyaknya untuk menopang tema yang akan ditulis, baik informasi yang bersifat teoritis atau berupa fakta-fakta yang terjadi.
6.        Terhindar dari penyakit psikis
Seperti yang dijelaskan tadi, mengungkapkan isi hati dan pikiran membuat kita lega, rasanya beban sedikit terkurangi karena bisa meluapkan pemikiran meskipun dalam tulisan.
7.        Menulis akan membuat hidup produktif
Dengan menulis wawasan terus bertambah, setiap detik-detik terisi sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain, langkah dan akivitasnya tak kan terbuang ke persoalan yang tidak ada manfaatnya, karena tersibukkan oleh beragam informasi, fakta, wawasan, ilmu, pengetahuan, penelitian, pengamatan, observasi, survai yang harus tergali dan terkumpulkan sebagai referensi bahan yang akan ditulis.
8.        Menulis akan membentuk pribadi yang bijak dan santun
Sedikit banyak pasti akan tertarik dan terpengaruh oleh gaya bahasa dan gaya penyampaian seseorang, terlebih setiap penulis pasti beharap tulisannya menarik, enak dibaca, tidak membosankan, bahasanya renyah dan hidup, mengenai sasaran dan tersampaikan maksud apa yang ia tuliskan.
9.        Menulis akan menghasilkan ide-ide baru
Ide-ide baru hanya terhasilkan dari mereka para pemikir yang aktif, terus belajar dan bekerja keras mengembangkan kemampuan berfikirnya. dan dengan jalan menulis inilah ide-ide anyar itu akan terus bermunculan dan tersebarkan.

Nah, itu baru beberapa manfaat menulis yang secara sadar aku rasakan. Sepertinya banyak manfaat yang secara nggak sadar aku dapatkan. Karena gengs, percaya deh bahwa menulis itu punya buanyaaaaaakkk sekali manfaatnya. Cuma kita jarang menyadarinya aja.

Sekian dulu ya, jangan bosan untuk mampir di sharing sederhana ala ChiChi. Jangan lupa juga untuk share pengalaman kalian, boleh lo tulis link url blog kalian supaya aku dan teman-teman lain juga bisa membaca. Selain menulis, membaca juga penting kan??

Wassalamu’alaikum sobat J

Monday, November 14, 2016

Mukaku #TeamMinyak


Apa jenis kulitmu? Jenis kulit yang kering, normal, berminyak atau kombinasi?

Bingung nggak sih nentuin jenis kulit? Selain dengan cara periksa ke dokter kulit ataupun kecantikan, untuk tahu jenis kulit banyak caranya kok. Googling aja, pasti banyak hasil yang keluar dari pencarian, hehe. Dan dari beberapa cara yang aku baca, aku lebih prefer cara yang satu ini.

Saat bangun tidur, berkacalah. Lihatlah betapa banyak hal yang harus kamu pertanggung jawabkan. Lihatlah orang tuamu.. Ehhh… eh… Eitss.. ini bukan postingan tentang itu. Salah fokus. Hahaha. Maap eaa.

Oke yang ini serius. Saat kamu tidur, jagan pake AC ya.. Nah, saat bangun tidur, berkacalah. Lihat muka kamu. Perhatikan minyak dan pori-pori kamu. Apakah muka kamu minyakan, atau kering, atau kombinasi dari keduanya? Kalau mukamu minyakan, biasanya bagian T-zone bakalan banjir minyak dan ukuran pori-pori kamu besar. Kalau mukamu kering, biasanya bangun tidur ya nggak berminyak dan pori-pori cenderung kecil. Kalu kombinasi, biasanya T-zone banjir minyak, tapi daerah lainnya kering kerontang. Nah, gampang kan.

Kalau aku habis bangun tidur, biasanya T-zone aku minyakan, buangetttt. T-zone itu adalah area hidung, dan dahi. Naahh.. didaerah tulang pipi kebelakang, kering. Tapi jarang juga sih. Kalau T-zone lagi banyak-banyaknya produksi minyak, biasanya aku bangun, terus ngaca muka aku terlihat kayak abis disiram minyak goreng, hahaha. Kalo kata ibuku mah, bisa diperes buat goreng ikan, haha -,-  Ukuran pori-poriku super besar. So, aku memutuskan bahwa mukaku tipe yang yang berminyak.

Hingga suatu saat aku kedokter. Kata dokter kulit dan kecantikan, aku sih tipe kulit kering. Tapi menurutku pribadi, aku tipe kulit yang sangat berminyak, bangett. Nah, kata si dokter, kelebihan minyak di wajahku itu karena si kulit muka “merasa” kalo kulit aku kering, jadi perlu “dikasih” minyak. Itu yang menyebabkan kulit aku jadi minyakan. Tapi sepertinya, aku ngga bisa terima gitu. Soalnya aku ngga pernah sekalipun mengalami kulit kering. Masak kulitku salah berulang kali, dikira mukaku kekeringan mulu. Atau jangan-jangan, kulit mukaku “berpikir” kalau mukaku kering padahal udah minyakan? Level yang sebenernya sudah cukup, dipikirnya level kering? Jadi level minyakan itu level normalku? Laaaaahhhh… dhuaaaarrr…

Kalau aku manut sama dokter, bahwa tipe kulit mukaku kering, terus pake make up untuk muka kering, muka aku bakalan semakin memproduksi banyak minyak. Karena tipe make up untuk kulit kering, biasanya mengandung oil dan cenderung untuk “memerintah” kulit untuk memproduksi minyak supaya muka tetap lembab. Dan kalau begitu, apa jadinya mukaku? Yang ada muka aku jadi makin kinclong minyakan, mungkin bisa diperas kali ya, ahahaha.

Oke, untuk menghindari persediaan minyak dimuka agar tidak cepat habis, maka sebaiknya aku mulai mengontrol supaya enggak minyak berlebih dimuka. Jadi sekarang, aku banyak menggunakan make up untuk muka berminyak super.

Tipe kulit berminyak itu ada suka dukanya. Sukanya adalah, muka akan lebih awet muda, katanya sih hahaha. Tapi duka-dukanya (“duka” nya lebih dari satu, hikz), muka berminyak menyebabkan debu gampang nempel dan biasanya, muka berminyak cenderung mudah berjerawat, yahh..  berminyak dan berjerawat itu satu paket sepertinya, kayak mukaku, berminyak, berjerawat dan sensitive, mantaapppp. Muka minyakan itu kalo pake make up gampang luntur kena minyak. Harus pinter-pinter milih make up dan skin care supaya mukanya nggak berlebihan produksi minyaknya.

Nah, muka kalian masuk kedalam #teamnormal , #teamminyak , #teamkering atau #teamkombinasi?